Uncategorized

Agama.. Kehidupan.. dan Cinta

Tau kah kalian, 3 hal ini menjadi prioritas??

Berawal saat aku mendengar dari seorang teman, sebuah novel -yang memang dulunya menjadi bets seller- ayat ayat cinta, namun aku nya saja yang ‘terlalu’ ketinggalan jaman untuk mengetahui keindahan dari novel ini (buktinya selepas aku selesai membaca novel itu, aku langsung melapor di blog ku ini)

Novel ini sudah lama tergeletak di lemari novel dirumahku, aku tidak punya waktu (tidak mau atau malas?) utnuk membacanya.. 😀 dan saat ada kesempatan, aku membawa ikut serta novel ini ke tempat aku menuntut ilmu sekarang, yaa kalian taulah itu dimana, dimana lagi kalau bukan kota yang katanya kota metropolitan.. 😉

Aku pun cerita dengan teman ku, kalau sampai sekarang aku belum sempat untuk membaca novel ayat ayat cinta ini. Teman ku itu pun heran dengan ku, novel yang katanya sangat amat populer, aku malah belum emmbacanya, padahal novel itu sudah lama bertengger di dalam lemari..

Tiba lah saat aku memulai membaca tiap lembarnya, tepatnya 2 hari yang lalu.. di sela-sela aku mengerjakan tugas, disela-sela kejenuhan ku dengan si tugas-tugas ku tersayang itu.. selepas 1-2 bab aku belum menemukan keasikkan membaca novel ini, mungkin karena aku sudah mengetahui cerita jelasnya..bagaimana seterusnya dan bagaimana endingnya. Tau kah kalian,membaca novel yang mengasikkan itu saat kita mulai penasaran dengan akhir ceritanya.. 🙂

Keesokkan harinya, aku melanjutkan membaca novel ini.. walaupun aku sedikit kecewa saat membaca ‘pertama kali’nya.. namun aku tipe orang yang tidak suka membaca novel tidak sampai akhir.. :p

Dan akhirnya, aku menemukan ketertarikan ku dengan novel ini, saat mulai di bab 8 dan seterusnya.. aku menemukan bagian-bagian yang tidak aku temukan di filmnya (aku sudah nonton filmnya lohh.. ) saat fahri membacakan ayat-ayat Al – Quran. sungguh terasa keindahannya saat kita benar-benar membacanya sendiri bukan mendengarkan orang lain yang mengucapkannya.

Jujur aku menangis saat mengakhiri novel ini (barusan 1 jam yang lalu..) karena aku merasa kehilangan dengan cerita yang memang benar-benar indah (menurutku).

Agama…Kehidupan..dan Cinta..

itulah kata yang kupilih untuk novel ini.. pertama kalinya aku gunakan kata ‘Cinta..islam dan ilmu’.. namun setelah kupikir pikir, tak hanya islam yang dibicarakan namun agama lainnya juga, agama bagian dari ilmu, lebih ke dalam kehidupan seseorang novel ini bercerita.. dan aku pun menyusun kembali mnejadi

Agama..kehidupan..dan cinta.. agama aku letakkan pertama, karena semuanya berawal dari agama, dan kemudian kehidupan, yang kita jalani sekarang, terakhir.. cinta. kehidupan akan terasa hampa kalau tiada cinta, benarkan?? 😀

Agama..

Aku mengakui, aku muslim.. namun setelah aku membaca ini, aku jauh dari kata muslim.. sangaaaaat jauh.. kelupaan sholat 5 waktu pun terlalu sering aku lakukan. Menyisihkan waktu untuk membaca Al Quran pun aku jauh dari kata ;kadang-kadang’.. aku memiliki waktu untuk membaca berpuluh-puluh novel, namun aku tidak punya waktu untuk membaca kitab suci Al Quran itu.. 😥

Aku terharu dengan kecintaan fahri dengan Islam, dengan segala sifatnya yang ia dasari dari Al Quran.. (seandainya bertemu dngan lelaki seperti itu?? *mulai deh menghayal.. :p)

Aku juga iri dengan maria, walaupun ia non-islam, namun ia suka dengan ayat-ayat Al Quran.. kecintaan dia dengan surat Maryam, ‘aku suka mendengar orang membaca Al Quran’ itu seingat ku kalimat yang diucapkan maria..

Ikhlas melakukan sesuatu tanpa mengeluh, aku ingin melakukan itu. Ingat saat maria menitip untuk dibelikan disket saat fahri ingin pergi dengan udara yang sangat panas? kalau aku dipihak fahri, mungkin ada rasa mengeluh, karena udara yang panas. dan aku tidak menutup, pasti aku bilang ‘kenapa dia tidak membeli sendiri’. Sifat yang aku tidak pernah mengira akan datang, selalu ada.. aku selalu berusaha untuk ikhlas melakukan semuanya, namun apa dikata, godaan selalu datang dan membuat aku lupa dengan semuanya.. istilahnya ‘iman ku belum cukup kuat untuk itu semua’ -.-‘

Kehidupan..

Dari kehidupan, aku jadi terpanggil sendiri, dengan keuletan seorang fahri yang mati-matian untuk menjalani kehidupannya.. dia berjuang mati-matian setiap melakukan sesuatu.. saat menerjemahkan sampai jatuh sakit, saat ia pergi untuk talaqqi (ia tidak ingin mengingkari janjinya, bagianya jadwal adalah janji), dan aku sangat tertarik dengan target yang ia buat untuk 10 tahun kedepan.. Betapa sempurnanya tujuan hidup seseorang bila ia melakukan beberapa target dan insya allah tidak melupakannya… 🙂

Saya suka dengan kata-kata bertenaga Thomas Carlyle: Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus

Cinta…

dan terakhir cinta.. meilhat cinta nurul, noura, maria dan aisha.. aku teringat saat-saat menyedihkan itu.. ok, tidak perlu dibahas, toh aku juga sudah tidak mau memperpanjang masalah itu lagi.. :p Jujur aku iri dengan ketulusan mereka dengan yang namanya ‘cinta’..

Di novel ini selalu disebut-sebut, cinta pertama dan cinta terakhir.. aku pun belum sedikit pun memikirkan sampai sejauh itu.. kata-kata terakhir bagiku kata kata yang sangat amat aku jauhi, entah kenapa.. aku trauma dengan kata-kata itu.. 😀

Dan lagi aku cemburu dengan rasa cinta fahri kepada aisha.. (semoga aku pun menemukan cinta yang sama, amiiinnnnnn…)

Beberapa hal yang pelru kalian tau..

setelah aku membaca novel ini, aku jadi terbiasa menggunakan kata ‘aku’ bukan ‘gue’.. terlalu aneh saat aku ingin menulis blog ini dengan ‘gue’ seperti biasanya.. hahaha..

aku pun jadi terpanggil untuk pelan-pelan menjadi muslimah yang sesungguhnya.. Insya Allah, aku menaati semua peraturanNYA dan menjauhi semua laranganNYA.. amiinn.. 🙂

dan aku pun menjadi lebih ikhlas untuk merela semua yang tadinya aku inginkan.. tiada yang lebih aku ingin, selain menjadi seorang yang saleha.. amiiin..

dan aku pun mendadak berubah menjadi bukan seperti layaknya AKU.. hahaha..

dan aku pun menjadi sering mnggunakan kata ‘syukran’..

dan aku pun menjadi lebih yakin dengan apa yang aku janjikan pada saat umur ku 20 tahun nanti, malah menjadi tidak sabar.. amiin.. semoga Allah meringankan semuanya..

dan aku pun tidak menyesal telah membaca novel ini, walaupun terlambat..

dan akhirnya kau berterima kasih dengan seseorang yang memperkenalkan ku dengan novel ini, sungguh aku berterima kasih..

syukran… 😉

tidka akan pernah habis setiap menceritakan isi novel ini dan apa yang aku dapatkan.. hehehe.. aku yakin, setelah ini, aku akan jatuh cinta dengan novel ini.. amiin..

Dan buat kalian semua yang memang senasib dengan ku, belum menyentuh novel ini, aku harapkan kalian mengikutinya.. hahaha..

aku tahu, isi blog ku kali ‘agak’ ‘sedikit’ ‘norak’.. Yahh tapi apa mau dikata, kalau sedang jatuh cinta pada saat pandangan pertama.. :p

Ayat-ayat cinta.. novel pertama yang membuat ku ingin terus membaca, sampai aku hafal semua ayat di dalam novel itu.. :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s